RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat laju inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Januari 2026 mencapai 4,11 persen. Tekanan kenaikan harga tersebut terjadi merata di seluruh wilayah pemantauan dan mencerminkan dinamika harga yang masih cukup kuat di awal tahun.
“Pada bulan Januari 2026 secara year on year terjadi inflasi sebesar 4,11%,” kata Plt. Kabag Umum BPS Provinsi Sulawesi Selatan Khaerul Agus dalam konferensi pers, Senin (2/2/2026).
Secara umum, inflasi dipicu oleh kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat. Meski demikian, sejumlah kelompok pengeluaran juga tercatat mengalami deflasi dan ikut menahan laju inflasi agar tidak meningkat lebih tinggi.
BPS Sulsel melaporkan inflasi y-on-y Sulawesi Selatan pada Januari 2026 sebesar 4,1%. Inflasi ini sejalan dengan kenaikan harga secara umum di berbagai kelompok pengeluaran, yang mencerminkan meningkatnya biaya hidup masyarakat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,47%. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) hingga Januari 2026 juga tercatat 0,47%, mengingat Januari merupakan bulan pertama pada tahun berjalan.
Dari sisi kewilayahan, inflasi y-on-y terjadi di seluruh delapan kabupaten/kota yang menjadi daerah pemantauan IHK di Sulawesi Selatan. Kabupaten Sidenreng Rappang mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,63%, sedangkan Kota Makassar mengalami inflasi terendah, yakni 3,82%.(#)












