Gandeng BRI Research Institute, Pemkab Maros Dorong Digitalisasi UMKM Perempuan di Kawasan Geopark

Pemkab Maros Gandeng BRI Research Institute Dorong Digitalisasi UMKM Perempuan di Kawasan Geopark
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis digital.

RUANGAKSELERASI.ID, MAROS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis digital. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan BRI Research Institute dalam program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan di kawasan Geopark Maros-Pangkep.

Program pemberdayaan ini resmi dibuka di Aula Baruga B, Kantor Bupati Maros, pada Jumat (30/1/2026). Inisiatif ini melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kopurindag), Dinas Pariwisata, hingga Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi kuat dengan sektor pariwisata.

Didukung oleh dana hibah dari Internet Society Foundation (ISOC) yang disalurkan melalui BRI Research Institute, program ini menyasar peningkatan kapasitas UMKM perempuan. Fokus utamanya adalah adaptasi teknologi digital guna memperluas akses pasar.

Bacaan Lainnya

Perwakilan BRI Research Institute, Fildan menjelaskan bahwa pendekatan transformasi digital dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kesiapan para pelaku usaha.

“Kami tidak langsung mendorong UMKM masuk ke marketplace besar. Tahapan awal dimulai dari hal sederhana, seperti pemanfaatan WhatsApp Business untuk membangun komunikasi dengan konsumen. Dari situ, pelaku usaha akan lebih siap naik ke level digital berikutnya,” ujarnya.

Sebanyak 100 pelaku UMKM asal Kabupaten Maros telah lolos seleksi tahap awal dari total 250 peserta di kawasan Geopark. UMKM perempuan menjadi prioritas karena dinilai memiliki konsistensi dan komitmen tinggi dalam pengembangan usaha.

Kepala Dinas Kopurindag Kabupaten Maros, Andi Samsophyan, SE., MM , menegaskan bahwa penguasaan teknologi adalah kunci agar produk lokal dapat bersaing.

“UMKM Maros harus berani beradaptasi dengan teknologi, termasuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI. Dengan inovasi dan digitalisasi, produk lokal kita bisa naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” tegas Kadis Koperindag.

Sementara itu, Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep mendorong peserta untuk menonjolkan identitas khas kawasan pada produk mereka. Contohnya, penggunaan motif kupu-kupu endemik atau representasi keunikan bentang alam karst Rammang-Rammang.

Dari sisi pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maros, H. Suwardi, SE., M.Si mengingatkan pentingnya standar pelayanan.

“Selain kualitas produk, cara promosi dan pelayanan yang humanis sangat penting. UMKM di kawasan wisata perlu menerapkan standar harga yang kompetitif agar wisatawan merasa nyaman dan percaya,” ungkap Suwardi.

Program pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari dan dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama satu tahun bagi 50 UMKM terpilih.

Sebagai insentif prestasi, peserta terbaik direncanakan akan difasilitasi untuk mengikuti pameran internasional di Langkawi, Malaysia. Langkah ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah dalam membuka pintu pasar global bagi produk lokal Maros.(#)

Pos terkait