Tol Makassar Go Digital, Struk Kertas Resmi Dihentikan

Mulai 17 Agustus Struk Tol Makassar 100 Digital scaled
FOTO: IST//TRANSAKSI DIGITAL. PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Makassar Airport Network (MAN) selaku pengelola Jalan Tol Makassar menerapkan sistem 100% struk digital di seluruh gardu transaksi mulai 17 Agustus 2026.
banner 468x60

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Pengguna Jalan Tol Makassar mulai 17 Agustus 2026 tidak lagi menerima struk transaksi dalam bentuk fisik. PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Makassar Airport Network (MAN) selaku pengelola Jalan Tol Makassar menerapkan sistem 100% struk digital di seluruh gardu transaksi.

Kebijakan tersebut berlaku di seluruh gardu, baik Gerbang Tol Otomatis (GTO) maupun gardu hybrid. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengelola meningkatkan efisiensi layanan sekaligus mengurangi penggunaan kertas dalam operasional jalan tol.

Penerapan struk digital sebelumnya telah dilakukan pada seluruh GTO sejak 17 Agustus 2025. Setelah berjalan selama satu tahun dan melalui proses evaluasi, sistem tersebut kini diperluas ke gardu hybrid.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama PT Makassar Metro Network, Ismail Malliungan, mengatakan perluasan struk digital dilakukan untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis bagi pengguna jalan.

“Setelah diterapkan pada seluruh gardu otomatis sejak tahun lalu, kini struk digital kami perluas ke seluruh gardu di Jalan Tol Makassar. Pengguna jalan tetap dapat mengakses bukti transaksi secara digital melalui kanal yang tersedia kapanpun dan dimanapun,” ujarnya.

Kata dia, pengguna jalan, termasuk kendaraan logistik dan operasional perusahaan yang membutuhkan bukti transaksi untuk kebutuhan administrasi, tetap dapat memperoleh bukti pembayaran secara digital.

“Struk tersebut dapat diakses melalui situs resmi Jalan Tol Makassar maupun aplikasi NITA (Nusantara Infrastructure Toll Apps). Bukti transaksi juga dapat disimpan di perangkat pengguna sehingga dapat dibuka kembali saat dibutuhkan,” jelas dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Makassar Airport Network, Anton Sujarwo, menegaskan kesiapan sistem menjadi salah satu fokus utama sebelum kebijakan diterapkan secara penuh.

“Kami ingin memastikan setiap perubahan dalam layanan memberikan manfaat dan kemudahan bagi pengguna. Setelah melalui proses evaluasi selama satu tahun, kami siap menerapkan sistem ini di seluruh gardu agar seluruh pengguna mendapatkan pengalaman layanan yang konsisten,” terang dia.

Dari sisi lingkungan, digitalisasi struk juga dinilai dapat menekan penggunaan material dalam kegiatan operasional. Kebijakan ini sekaligus memperkuat komitmen Jalan Tol Makassar terhadap operasional yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pengelola telah melakukan sosialisasi melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, Papan Pesan Dinamis (Variable Message Sign), Papan Informasi Tarif, pembagian flyer hingga penyampaian langsung kepada pengguna dan pemangku kepentingan.

“Pengguna yang ingin mengetahui cara mengakses struk digital dapat melihat informasi melalui menu struk digital di www.tolmakassar.com/struk atau aplikasi NITA. Dengan penerapan ini, transaksi di Jalan Tol Makassar diarahkan semakin praktis, efisien, sekaligus mendukung transformasi layanan berbasis digital,” kunci dia. (*)

Pos terkait